Hobi Mancing Ikan
CURRENT MOON

Wednesday, December 3, 2008

Akhir Buaya 3 Meter Itupun Takluk, by bekawe


Ini kejadian langka, Selasa (2/12) lalu empat rekan pemancing dibantu warga berhasil menangkap seekor buaya dengan panjang 318 cm dengan memakai pancing tradisional.
Ceritanya berawal dari rasa iba para pemancing kepada warga di desa Rongkang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (dengan ibukabupaten, Sampit) yang resah karena di lokasi tempat mereka mencari nafkah diganggu oleh segerombolan buaya. Bahkan buaya itu sempat melukai seorang wanita tua, Acil (70), pada Sabtu (14/11) bulan lalu. Mengakibatkan korban mengalami luka dengan 16 jahitan.

Sejak peristiwa penyerangan reptil ganas itu terhadap manusia, maka direncanakanlah oleh sekelompok pemancing, termasuk aku, untuk mencoba menaklukan buaya ganas itu. Caranya dengan dipancing. Minggu pertama pemancingan , tidak berhasil. Minggu kedua pun berlalu.
Memasuki minggu ketiga, para pemancing yang terdiri dari H. Kendal, Malo, Betel, H. Nuai, aku sendiri tak ikut, berangkat ke kampung itu berbekal umpan 4 ekor ayam ras. Sementara perangkat pancing terbilang sederhana. Yaitu mata kail yang dirangkai menjadi dua, ukuran sebesar gagang cotton bud (pembersih telinga), diikat dengan kawat baja sepanjang 1,5 meter, kemudian disambung dengan tali nelon sebesar jari kelingking sepanjang 1,5 meter lalu diikatkan pada sebuah jerigen kosong ukuran 35 liter. Rangkaian pancing itu dibuat oleh seorang warga bernama Onder.
Mata kail olahan onder tadi diberi umpan ayam satu ekor, tentunya yang sudah dipotong. Dibikin sebanyak dua buah rangkaian pancing. Atas saran warga setempat, umpan dipasang di lanting dimana Acil pernah diserang buaya. Maka dua buah pancing dipasang menjelang sore harinya. Caranya , umpan ayam tadi tidak dimasukan ke dalam sungai melainkan diletakan dibibir lanting. Dengan perhitungan sang predator tersebut menyambar umpan di tempat yang sama dimana hewan purba itu pernah menyerang manusia.

Saat malam hari tidak terdapat tanda-tanda umpan disambar, hingga ke empat rekan sehobi itu tertidur bersama pulasnya warga disana. Menjelang pagi, ketika sinar matahari telah menerangi alam desa Rongkang, mereka dikejutkan setelah memeriksa dua buah jerigen tidak ada lagi ditempatnya. Dugaan kuat umpan dimakan predator air itu
Pagi itu, sontak seisi desa yang berpenduduk sekitar 50 KK ribut mencari jerigen yang hilang. Dengan perasaan sama, seluruh warga dan keempat pemancing itu berharap umpan ayam itu disambar buaya. Tanpa dikomando belasan klotok yang dinaikan warga bersenjatakan tombak dan senjata tajam lainnya melakukan penyisiran.

Pertama kali menuju kearah hilir kampung, karena dari kejauhan terlihat jerigen mengambang diatas permukaaan air. Setelah dilihat ternyata benang nelonnya putus. Nihil. Lalu dilakukan pencarian jerigen satunya. Tak lama terdengar suara Anton, warga setempat, berteriak, ”kena” sambil menunjuk kearah tertentu. Tanpa dikomando seluruh klotok menuju kearah suara.


Onder, yang pertama kali tiba melihat belakang jerigen yang nyaris tenggelam. Sementara sang buaya yang memakan umpan tak terlihat.
Naluri nelayan Onder mengatakan buaya tersebut berada di dalam air yang tertutup dahan pohon. Lalu, dengan melakukan sebuah hujaman keras, tombak yang dipegangnya melesat kedalam air. Benar, tak beberapa lama sebuah rontaan hebat terjadi di dalam air. Ternyata tombak itu tepat mengenai badan buaya. Melihat itu, warga yang lain yang tak jauh dari tempat itu segera melakukan aksi. Ikut menikam buaya yang memiliki lebar perut 40 cm itu dengan senjata tajam yang mereka bawa. Sekitar satu jam pertarunganpun usai, akhirnya buaya yang memiliki berat sekitar 300 kg itu tewas di tangan warga setempat.

”Kami menduga buaya itu lebih dari dua, diantaranya kemungkinan besar yang pernah menyerang warga”, jelas H. Kendal. ” Baru satu yang dapat, sementara yang lain lepas, diperkirakan lebih besar dari ini”, sambung Malo. Khawatir buaya yang lainnya mengamuk, H. Kendal dan rekan-rekannya serta dibantu oleh warga di desa Rongkang akan mencoba kembali memancing buaya lainnya.


Bukannya berniat membunuh hewan yang tergolong langka ini, tetapi ingin menolong warga yang resah atas kehadiran predator ganas itu. Terlebih mereka telah menyaksikan sendiri bekas luka ditubuh wanita tua akibat serangan buaya tersebut.
(Maaf hasil fotonya kurang bagus, ntar dicarikan punya teman)

Salam
bekawe - Fishyforum




Berita & Artikel Terkait :


Lazarus tewas dimangsa buaya - Kompas


Husaini colok mata buaya yang menerkamnya - Kompas


Korban serangan buaya dioperasi - Kompas

No comments: