Hobi Mancing Ikan
CURRENT MOON

Sunday, November 30, 2008

Tips & Trick mancing baronang, by : Jovan - Fishyforum

Dari kumpulan beberapa suhu baronang nih ( semoga berguna )

Pemilihan spot

jika anda ingin memancing baronang ada beberapa cara mencari spot yg strategis untuk mancing baronang :

1. Dermaga, biasanya garonang senang bersembunyi di dekat tiang tiang dermaga
2. Rumpon kerang Hijau , baronang sangat menyukai kerang
3. Sekitar karang atau batrean atau pemecah ombak ( terutama yg banyak lumut )
4. Kapal karam

Kondisi Air

Baronang sangat menyukai air yg sedikit gelap , tetapi bukan kotor dan mereka cenderung bersembunyi di sela sela karang

Umpan

Bemacam teori tentang umpan baronang , ada yang suka pake lumut , ada yang lebih suka pake nasi dan malah ada yg pake ketan malah banyak juga yg pake bakwan or lontong

semuanya sebenarnya bisa dipake karena baronang termasuk ikan rakus tapi sebelum menentukan umpan yg efektiv sebaiknya lihat spotnya dulu

apabila anda mancing di sekitar batrean lebih baik pakai umpan lumut ... nah karena sekitar itu banyak lumut .. yg merupakan habitat baronang tersebut

untuk di dermaga lebih baik pakai nasi , bakwan ataupun lontong ... biasanya banyak kapal membuang sisa makanan di dekat dermaga .. maka nasi lebih efektiv ketimbang lumut

Untuk mancing disekitar Bagan kerang hijau .. pakailah umpan kerang hijau , karena baronang disekitar bagan tersebut lebih galak ... pake kerang hijau

Peralatan wajib mancing baronang :

1. Tegeg ( sebaiknya panjang antara 4,5 - 6 meter )
2. Pelampung ( ada ufo , diamond dan bola ... tergantung selera )
3. Kenur ( 8 - 12 lbs )
4. Garong ( tergantung selera mau ukuran kecil atau besar )

Semoga berguna bagi para pemula , kalo ada pertanyaan hubungi suhu suhu dibawah ini

Erwin a.k.a Om Win ( specialis Pelampung )
Tom ( ubur-ubur ) specialis
Didi ( ahlinya buat pancing garong )
Hamzy ( Garonger senior yg siap bagi bagi ilmu )
Ichang ( specialis tegeg , hampir semua jenis tegeg dah di pengang, dipegang doang sih )
Johan ( wah kalo yg ini tanya ama ichang dech ,,, yang ikut sampe 4 hari nyari tompel )
MJO ( salah satu dosen pusdiklat batrean merah/ijo )

Thx
Jovan - Fishy Forum

Thursday, November 27, 2008

Tips Memancing Kakap Putih di Sungai, by Bara_fisher a.k.a Sudarmanto - Fishyforum

Tips Memancing Kakap Putih di Sungai

Pernahkah anda gagal memancing karena lokasinya tidak diprediksi sehingga rencana Anda tidak berhasil? Misalnya di laut, Anda lalai membaca awan sehingga turun hujan dan badai, sehingga rencana memancing menjadi gagal. Atau barangkali Anda datang dari jauh-jauah memancing di suatu sungai akan tetapi setelah sampai lokasi target ikan yang Anda inginkan tidak ada.

Pernahkah Anda berharap mendapatkan ikan pancingan sesuai target yang diinginkan?

Pernahkan Anda banyak mengingat ciri-ciri lokasi perairan yang memiliki kemungkinan kesempatan adanya ikan yang Anda targetkan?


Berikut kami sampaikan tulisan tentang Memancing Ikan Kakap Putih di Perairan Sungai, sekalian menambahkan thread beberapa rekan yang telah mendahului membuka thread daam forum ini.

Ikan kakap putih mempunyai kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat pada kondisi perairan payau ke perairan asin (laut) ataupun sebaliknya. Sehingga sering seorang pemancing mendapatkan kakap putih di sungai dengan berbagai variasi ukuran.

Hal ini biasa terjadi karena sistem salinitasnya memang memungkinkannya demikian.
Makanan ikan spesifik, (lihat tulisan saya sebelummnya ttg Umpan Memancing Ikan Kakap Putih) terdiri dari kelompok ikan kecil dan udang-udangan.



Karakteristik Sungai tempat habitat Kakap Putih, antara lain:
ü Sungainya lebar, mempunyai penampang basah permukaan semisal 30 meter, dengan kedalaman cukup untuk ukuran ikan setara 5kg (di P.Jawa)
(saya menyimpulkan sekitar kedalaman 5 meter sudah cukup untuk membuat kemungkinan ikan besar bermigrasi atau bermukim)

ü Debit aliran air kontinu.
(bukan terlalu sering terjadi air bah atau sentoran dari lokasi atas, kalo banjir sih… sudah biasa)

ü Salinitas tipe airnya : air payau atau intrusi air laut saat pasang. Sejauh air air laut pasang bisa mencapai aliran sungai di darat, maka sejauh itu memancing predator ikan kelas satu ini bisa dilakukan.

ü Warna air sungainya relatif bersih dapat berwarna hijau (algae) atau kuning atau coklat (mirip air teh).

ü Berada di lubuk (cekungan/ kedalam sungai pada suatu alur).




Lokasi sungai yang ideal bagi habitat kakap putih:

- Sungai relatif bebas dari kotoran berupa sampah, olie dan kayu-kayu terapung. (Anda tidak pernah menemukan ikan kakap putih ini pada air sungai yang banyak sampah, ikan ini tergolong pemilih lokasi yang bersih).

- Lokasi banyak tonggak, kayu menancap ataupun bakau, bekas jembatan atau di pile cap jembatan.

- Bila di alur sungai ada aktifitas kegiatan bongkar muat atau pelayaran, akan lebih baik Anda memancing di sekitar lokasi kegiatan di bagian hulu (arah laut).

- Bila memancing di sungai dengan tepinya tumbuhan paku-pakuan, sebaiknya telusuri lokasi badan sungai dengan lubuk yang mempunyai posisi luas dan dalam.

(Jika Anda mendapatkan ikan ini di saat pemancingan yang anda lakukan, maka kunjungi lokasi ini sekitar 1-2 bulan kemudian karena semakin sering anda kunjungi lagi, semakin banyak waktu sia2 yang anda buang. … hmm … mm. Sebaiknya memancing di sungai seperti menanam dan memanen > ciptakan lokasi pancing sungai sendiri dan jalan masuk jangan terlalu diketahui banyak orang )

- Bila memancing di sungai dengan tepian batu atau tonggak kayu, carilah lubuk air yang dalam dan saran saya sebaiknya posisi Anda berada bagian hilir (atas), usahakan umpan bergerak di antara hulu dan hilir sekitar lubuk.

- Jika Alur muara sungai menyempit dan terdapat tanggul kayu, tanggul batu aau kanan kirinya tekstur tanahnya keras berbatu maka Anda sebaiknya memancing di sekitar persis muara, jangan jauh-jauh dari muara. (Pesan saya: jika memancing malam di muara sungai sebaiknya Anda hanya tetap waspada dan tetap saling memperhatikan posisi teman Anda mancing.)





Peralatan Tambahan:

Selain alat pancing, peralatan yang sebaiknya Anda bawa bila memancing di sungai yang yang sangat perlu anda bawa (apalagi jika anda belum pernah memancing di lokasi tersebut sebelumnya) adalah:

Parang kecil > untuk membuka lahan/ lokasi.
Sepatu karet/ safety shoes > untuk perlindungan kaki terhadap ranting/ dahan kering sewaktu anda menyusur sungai
Rokok kretek / daun tembakau > barang ini berjaga bila terkena lintah atau pacet, air campuran tembakau dapat melepaskan mulut penghisap lintah/pacet.
Metode Mancing:
Umpan yang saya rekomendasi : Udang putih hidup / belut hidup / cumi utuh kecil

Metode Mancing yang sesuai:

Fly fishing
- Umpan yang Anda pakai sedikit lebih besar dari umpan biasa yang dipakai di laut. Misalnya : Umpan memancing di laut memakai udang putih 10-12 cm maka di sungai/ muara bisa dipakai ukuran 15cm.
- Pasang leader line dg seling 80 sepanjang 40cm, disambung langsung dg swivell. Umpannya hanya diperbolehkan 1 ekor.
- Sebaiknya semakin sering anda melakukan angkat turun umpan beberapa kali. (capek memang kalo mancing di sungai… ngangkat turunkan terus..)

Memancing dengan bandul timah.
Usahakan posisi umpan pada ketinggian 75 cm s/d 1 meter di atas bandul. Bandul tidak boleh terlalu berat.




Demikian kami bagi pengalaman ini.
Selamat mencoba!!

Salam buat semua rekan
Bara_fisher (pemancing barramundi… pemerhati ikan dan pemancingnya)
Sudarmanto
Fishyforum

Monday, November 24, 2008

Trik memancing cumi dengan squid jig beraroma, by Frankyl - Fishyforum

kita semua sekarang ini merasakan sulitnya mendapat ikan.. dimana dalam keadaan situasi yang sudah berbeda dengan 10 tahun yang lalu, yang waktu itu ikan masih lebih mudah (bodoh??) dipancing.

maka bila ingin memancing dengan hasil yang ok, kita harus mencari spot yang jauh2 yang notabene tidak "sesuai" lagi dengan ongkos / biaya yang dikeluarkan oleh kantong "kita" dengan hasil pancingan.

salah satu solusinya peningkatan teknik dalam "menipu ikan" harus dikembangkan. bila tidak ingin boncos setiap tripnya. malu2in suhu kita aja boncos mulu..

tidak pula mutlak harus pakai umpan, joran, reel yang berkelas (mahal).. karena "seni" menipu ikan tidak boleh diabaikan.. (maklum ikan jaman sekarang udah "sekolah" sudah makin susah ditipu??!)

misal Baron yang hanya mondar-mandir nggak mau makan umpan.. ikan di dermaga sering ogah2an makan umpan.. mencium umpan.. lalu melengos pergi.. setau saya ikan tertarik dengan bentuk.. gerakan - getaran - bunyi - rasa - warna - bau..

saya mencoba salah satu yaitu bau.. saya lubangi jig squid saya dengan bor, baik jig squid yg dari resin maupun kayu semua bisa. setelah lubang kira2 5cm. bisa dilubangi di bagian punggung / perut jig tsb.. mata bor sesuaikan dengan ukuran jig.. lalu suntikan cairan berupa choya (essence Choya yang sering dipakai untuk campuran umpan pelet.. untuk mancing galatama/ kolam..) yang bau amis atau aroma udang - tuna dll.. suntikan bisa pakai alat untuk vaksinasi ayam atau suntikan refill tinta komputer lebih bagus! tanpa jarum suntik (ntar bawa2 jarum suntik dikira narkobais he..he..)

lalu setelah lubang berisi cairan choya di tutup dengan gabus filter rokok.
{action jig tidak terganggu amat ,karena kita hanya melubangi sedikit badan jig tsb dan lubang kecil tsb ditutup pakai bekas filter rokok yg dipotong dua (jangan bikin lubang segede filter rokok...he...he..) pakai mata bor yg kecil ajah...soal berat jig..... malah kadang2 kl arus agak kenceng didepan jig dikasih timah bolong kecil agar jig tidak melayang dekat permukaan ....idealnya melayang ditengah atau agak dasar....kecuali ada saat tertentu cumi naik dipermukaan .....}

sederhana dan mudah.. saya sudah coba hasilnya ada perbedaan. saya mendapatkan strike cumi lebih sering dari pemancing di kanan kiri saya.. dan cumi lebih mencengkeram jig jarang dilepaskan lagi / mocel..

kalau soal warna jig squid di P. Seribu dan P. Batam untuk cumi jarum / cumi semampar lebih tertarik warna merah atau orange baru warna biru.

rekan2 bisa mencoba untuk umpan popping? trolling? jigging? casting? barangkali.. karena ya itu tadi, ikan selain tertarik dengan gerakan, bentuk, warna, rasa, dan bau / aroma, bukan ikan fresh water saja yang perlu aroma macam2. tapi ikan salt water juga.

thx
Franky a.k.a Frankyl - Fishyforum

Wednesday, November 19, 2008

Budidaya Ikan Baronang, by : Tarwiyah - ristek.go.id

Dalam PJPT II, sub sektor perikanan semakin dituntut dalam mencukupi
kebutuhan protein hewani dari ikan. Selama ini produksi perikanan laut
sebagian besar masih tergantung dari hasil pemungutan/penangkapan dari
alam yang produksinya semakin menurun, dilain pihak dengan meningkatnya
laju pertumbuhan penduduk kebutuhan protein akan terus meningkat setiap
tahun. Oleh karena itu produksi perikanan perlu digali dari 2 (dua) sumber yaitu
penangkapan dan budidaya.

Salah satu komoditi ikan laut yang potensial dan sudah dapat dibudidayakan
adalah ikan beronang (Siganus sp). Dari hasil penelitian ternyata komoditi
beronang mempunyai nilai yang menguntungkan sebagai berikut:

a. Ikan beronang merupakan makanan yang enak dan gurih dan disukai banyak
orang sehingga pemasaran ikan ini cukup baik.
b. Ikan ini
umumnya "primary herbivor" yaitu pemakan plankton nabati
tumbuhan dan juga memakan makanan buatan.
c. Selama musim-musim tertentu benih beronang dapat diperoleh dalam jumlah
banyak.
d. Ikan beronang mempunyai toleransi besar terhadap salinitas dan suhu.
e. Mempunyai daya adaptasi yang tinggi dan pertumbuhan yang cepat.
f. Ikan ini sudah dapat dipijahkan di dalam laboratorium sehingga prospek
pembenihan dari hatchery cukup baik.
g. Ikan beronang mempunyai harga pasar yang cukup tinggi baik untuk
konsumsi dalam maupun luar negeri, terutama yang ada telurnya selama
tahun baru cina.
h. Teknologi pembesaran ikan beronang sudah dikuasai.


Mengingat budidaya ikan beronang relatif baru dikenal masyarakat, maka
petunjuk teknis ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi yang berminat
melakukan usaha budidaya beronang.

2. BIOLOGI

1) Diskripsi dan Taksonomi
Ikan beronang dikenal oleh masyarakat dengan nama yang berbeda-beda
satu sama lain seperti di Pulau Sribu dinamakan kea-kea, di Jawa Tengah
dengan nama biawas dan nelayan-nelayan di Pulau Maluku menamakan
dengan sebutan samadar.

Ikan beronang termasuk famili Siginidae dengan tanda-tanda khusus sebagai
berikut D XIII, 10 A VII, 9, P2 I, 3, 1, tubuhnya membujur dan memipih latural,
dilindungi oleh sisik-sisik yang kecil, mulut kecil posisinya terminal.
Rahangnya dilengkapi dengan gigi-gigi kecil. Punggungnya dilengkapi oleh
sebuah duri yang tajam mengarah ke depan antara neural pertama dan
biasanya tertanam di bawah kulit. Duri-duri ini dilengkapi dengan kelenjar
bisa/racun pada ujungnya.

Secara lengkap taksonomi ikan beronang adalah sebagai berikut.
Kelas:
-Dada : Percipformes
-Sub dada : Acanthuroidei
-Famili : Siganidae
-Genus : Siganus
-Species : Siganus spp.

2) Kebiasaan Makanan
Sesuai dengan morfologi dari gigi dan saluran pencernaannya yaitu mulutnya
kecil, mempunyai gigi seri pada masing-masing rahang, gigi geraham
berkembang sempurna, dinding lambung agak tebal, usus halusnya panjang
dan mempunyai permukaan yang luas, ikan beronang termasuk pemakan
tumbuh-tumbuhan, tetapi kalau dibudidayakan ikan beronang mampu
memakan makanan apa saja yang diberikan seperti pakan buatan.

3) Penyebaran
Penyebaran ikan beronang ini cukup luas, tetapi penyebaran setiap species
sangat terbatas seperti yang terdapat di LON LIPI daerah penyebaran setiap
species sebagai berikut:


a. Siganus guttatus penyebarannya di :
Sumatera : Bengkulu, Padang Deli;
Jawa : P. Seribu, Cirebon, Balay, Surabaya;
Kalimantan : Balik Papan;
Sulawesi : Ujung Pandang, Bajo, Manado, Selayar;
Maluku : Seram, P. Obo, Ternate, Ambon, dsb.

b. Siganus canaculatus penyebarannya di :
Sumate ra : Padang;
Jawa : Ujung Kulon, Teluk Banten, P. Seribu;
Maluku : Ternate, Bacan.

c. Siganus vulpinus penyebarannya di :
Kalimantan : Birabirahan;
Sulawesi : Masalembo, Ujung Pandang, Manado;
Maluku : Ternate, Kajoa, Ambon, Seram;
Irian : Manokwari.

d. Siganus virgatus penyebarannya di :
Sumatera : Pariaman, Padang, Bangka, Belitung;
Jawa : P. Seribu, Bawean;
Kalimtan : Sundakan;
Sulawesi : Ujung Pandang, Bajo.

e. Siganus corallinus penyebarannya di :
Sumatera;
Jawa;
Nusa Tenggara;
Sulawesi;
Maluku.

f. Siganus chrysapilos penyebarannya di :
Jawa : P. Seribu;
Kalimantan : Sundakan;
Sulawesi : Ujung Pandang, Manado, Slayar;
Nusa Tenggara : Sumbawa;
Maluku : P. Obi, Roti, Ambon dan sekitarnya.

g. Siganus spinus penyebarannya di :
Sumatera : Bengkulu, Padang, Tapak Tuan;
Jawa : P. Serinu, Pacitan, Karang Bolong, Prigi;
Sulawesi : Ujung Pandang. Bajo, Manado;
Nusa Tenggara, Timor;
Bali;
Maluku dan sekitarnya.

h. Siganus vermiculatus penyebarannya di :
Sumatera : Bengkulu, Padang, Sibolga, Nias;
Jawa : P. Seribu, Semarang;
Kalimantan : Balik Papan dan Sundakan;
Sulawesi : Ujung Pandang, Bulukumba, Manado, Sangihe;
Maluku : Halmahera, Morotai, Ternate, Bacan, Ambon;
Nusa Tenggara, Timor.

i. Siganus puellus penyebarannya di :
Jawa : P. Seribu;
Sulawesi : Ujung Pandang;
Maluku dan sekitarnya.

j. Siganus javus penyebarannya di :
Sumatera : Deli, Sibolga, Bengkulu, Bangka, Belitung;
Jawa : Jakarta, Cirebon, Semarang, Jepara, Surabaya,
Pasuruan, madura;
Kalimantan : Stagen, Balik Papan;
Sulawesi : Ujung Pandang, Bajo.

k. Siganus lineatus penyebarannya di :
Maluku : Ternate, Morotai, Ambon dan sekitarnya.

Info lebih lengkap bisa mendownload dalam format PDF komplit dengan gambar dan tabel.. Klik disini dan kalau belum punya Adobe Reader =>

DAFTAR PUSTAKA
1) Dana Kusumah, E., 1985, Beberapa Aspek Biologi Ikan Beronang (Siganus
spp) Workshop Budidaya Laut 28 Oktober - 1 Nopember 1985 di Lampung.
10 pp.

2) WASPADA, E, Hiroki, 1985. Percobaan Pemberian Pakan pada
Pemeliharaan Benih Ikan Beronang, Workshop Budidaya Laut 28 Oktober -1
Nopember. 68 - 73 p.

3) Marto Sewajo, S., Burhanudin, Djamali, P. Sianipar. 1981. Ikan Beronang.
Biolobi , Potensi dan Pengelolaannya. LON - LIPI. 45 p.

4) Basyori, A., E. Dana Kusumah; Philip T. T, Pramu, S, Musthahal dan M. Isra.
Budidaya Ikan Beronang (Siganus spp). Direktorat Jenderal Perikanan
bekerjasama dengan IDRC, 39 p.

5) Informasi Teknologi, BBL.

5. SUMBER
Pedoman Teknis Budidaya Ikan Beronang, Direktorat Bina Produksi, Direktorat
Jenderal Perikanan, Departemen Pertanian, Jakarta, 1997.

6. KONTAK HUBUNGAN
Direktorat Bina Produksi, Direktorat Jenderal Perikanan, Departemen
Pertanian, Jakarta.

Jakarta, Maret 2001
Disadur oleh : Tarwiyah

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II BPP Teknologi Lantai 6, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tel. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

Friday, November 14, 2008

Tips merawat reel, by : Wiwied a.k.a Jabricks - Fishyforum

1. Jangan melepas spool dan merendamnya di air, karena air akan masuk ke mekanisme drag dan akan membuat drag jalan abnormal. waktu mencuci reel justru kencangkan drag agar air tidak masuk ke mekanisme drag. Drag di reel ada 2 tipe, drag kering dan drag basah, drag kering biasanya metal washer cuma 2-3 biji dan semua washernya mesti bener2 kering dari apapun. kalo metal washernya lebih dari 3 biasanya pake drag basah, artinya ada oli di washer2nya. nah ini ga boleh salah kaprah... drag kering dikasih oli akan jadi mlorot ga bisa ngerem dragnya, drag basah ga dikasih oli, drag akan mengunci kalo dikerasin dikit aja. nah.. drag2 ini kalo kena air jadi ga karuan jalannya. kalo mau tau ya dicoba aja sendiri.

2. Lubrikasi reel, ada 2 jenis lubricant yaitu grease sama oil, grease itu fat, kental kaya mentega, oil ya oli... bentuknya cair. Bagian2 mana dari reel yang pake oil dan mana yang pake grease? Semua bearing pake oil bukan grease, semua gear pake grease bukan oil. Khusus untuk mekanisme oneway roller bearing jangan sekali2 dikasih grease apalagi berlebihan, roller bearing di tahan oleh per yang kecil2 sekali, kira2 1/5 dari diameter per ballpoint dengan kelenturan yang tinggi, kalo per2 ini kena grease, suka macet dan bikin rollernya ga mau main, alhasil oneway roller suka ga bekerja dan reel bisa terputar balik... ini bahaya, saya pernah mengalami jari2 kiri dihantam oleh handel stella waktu strike dan oneway bearing ga bekerja... sampe biru2 tangan saya. Jangan kasih grease terlalu banyak di area pinion gear ato gigi nanas, bukannya reel jadi lancar malah jadi seret ga karuan. Kasih grease secukupnya saja... Kasih perhatian sama line roller, itu mekanisme penggulung kenur di bail arm, suka orang lupa kalo disitu ada bearingnya juga.

3. Setiap beberapa kali trip, selalu buka mekanisme oneway bearing dengan melepas rotor terlebih dahulu, bagian ini sering terkumpul garam, walaupun reel selalu dicuci waktu habis mancing.

4. Tips untuk overhaul reel, bongkar semua bagian reel tanpa terkecuali. Ingat2 posisi semua part dengan mencatatnya atau letakkan di wadah2 plastik untuk masing2 bagian. Jangan lupa posisinya nanti ga bisa balikin lagi repot jadinya. Biasanya dalam box reel ada exploded diagram (gambar bagian2 parts dari reel berikut nomer serinya), gunakan diagram ini. Cuci semua bagian reel dengan WD40, pake kuas kecil untuk bagian2 yang sulit. Hilangkan semua bekas2 grease yang biasanya sudah berwarna coklat dan hitam. Kalao semua sudah bersih, pasang kembali dan berikan grease dan oli yang baru... reel anda pasti jauh lebih halus suaranya.... dijamin!

5. Di stella, kalo rotornya dibuka, ada karet lingkaran warna crem bentuknya seperti seal, ini sebetulnya bukan seal, tapi berfungsi untuk menahan rotor waktu bail arm dibuka, coba rasakan, kalo bail arm dibuka rotor pasti jadi seret jalannya, karena ada semacam kait yang akan menempel di lingkaran karet seperti seal ini. Karet ini jangan dicuci pake WD40, bisa melar ga karuan...

6. Untuk ultegra keatas sampe dengan stella, jangan membuka worm shaft dengan membuka penahannya yang berada di belakang reel... mekanisme ini bisa dicuci bersih pake WD40 dan kuas tanpa harus dibongkar... kalo anda bongkar worm shaftnya... anda akan kesulitan memasangnya kembali... this is really pain in the ass... menyebalkan.

7. Kalo anda ga brani bongkar2 reel sendiri, bawa aja ke dealer ato tukang servis ato kirim ke saya nanti saya servis.. hehehe. Yang jelas reel mau mahal kaya apa tetep aja harus di overhaul sekali waktu untuk memberi lubricant yang baru, Mobil aja tiap 2000-3000km ganti oli kan? Reel yang penampilannya mulus belum tentu jeroannya mulus juga.

8. Kalo ga mau repot2 ngerawat alat pancing ya jangan beli alat pancing. hahaha....



Wiwied a.k.a Jabricks - Fishyforum

Rebuild Joran, by : Lodewijk - Fishyforum


1. gimana cara melepas ring guide dari joran? apakah dipanaskan ato bagaimana? serta bagaimana cara membersihkan bekas nya di joran?

- Saya biasanya mulai dari kaki ring guide. Dengan memakai cutter atau pisau kecil yg tajam, sayat bagian lilitan benang diatas kaki ring guide. Dengan cara ini, kalau sayatan kita terlalu dalam tidak akan melukai atau membahayakan body joran, karena pisau akan terbentur dengan logam dari kaki guide. Setelah kaki guide bebas dari lilitan benang (thread) kita bisa melepas guide-nya dan sisa benang lainnya juga bisa diurai dengan mudah (pakai tangan). Sewaktu menyayat benang/thread pada kaki ring guide, bisa juga tempat yg akan kita sayat dipanaskan dengan hair dryer, seperti pd gambar. (lihat gbr attachment no 01)

- Untuk membersihkan sisa2 lem bisa pakai cutter/pisau untuk tonjolan yg besar2 dan diratakan dengan kertas gosok mulai dr yg kasar s/d yg halus.

2. gimana juga cara melepas eva grip, reel seat n butt dari joran?

- Cara melepas EVA ini yg agak susah, kalau mau dipakai lagi. Kalau hanya melepas (dirusak) lalu dibuang sih gampang saja. Hal ini tergantung dari kuat atau tidaknya (merata atau tidak) lem epoxy-nya. Kalau lem-nya kurang kuat bisa ditusuk2 pakai barang yg tipis & panjang lalu EVA di putar2 sampai lepas. Tapi cara ini sulit kalau pd EVA lem-nya merata dan kuat.

- Untuk EVA yg lem-nya merata/kuat, saya potong pakai cutter pelan2 sepanjang EVA-nya. Hati2 dalam melakukan hal ini, jangan terlalu kuat menekan cutter karena dapat melukai joran kalau terlalu dalam.
Lalu kalau sudah terbuka, bagian yg masih melekat dapat di 'kuliti' pelan2 pakai cutter (seperti 'menguliti' binatang buruan).
Dengan cara ini EVA bisa di daur ulang, meski ada bekas sambungan memanjang, lihat pd gbr attachment no 02. Pada gambar ini masih tampak bekas sambungannya.

- Demikian juga untuk reel seat, untuk membuka kita lepas dahulu bagian ring yg dapat diputar (yg bisa maju-mundur). Lalu kita sayat pakai cutter/pisau kecil pada garis memanjang reel seat, sehingga reel seat akan terbelah. Setelah terbelah bisa diputar2 untuk melepaskan ikatan lem-nya. (lihat gbr attachment no 03)
Reel seat dapat di daur ulang dengan menge-lem bagian yg terbelah ini (pakai SuperGlue) dan pd saat memasang berikan epoxy yg sedikit lebih banyak (extra) agar lebih kuat. Reel seat daur ulang ini sudah saya pakai jigging di Miri dan tidak ada masalah, meskipun saya juga tidak berani garansi kekuatannya....

- Untuk butt/gimbal, kalau dari karet/rubber gimbal, tidak ada cara lain, selain merusaknya untuk membukanya. Kalau dari aluminium, bisa kita panasi dahulu dengan 'mini torch' atau korek api gas yg besar. Setelah lem epoxy agak 'melunak' karena panas, bisa kita putar2 dan ditarik untuk melepas gimbal-nya.



Kemudian untuk build nya kembali :

3. Gimana cara memasang kembali eva grip, reel seat n butt? apakah juga menggunakan lem epoxy yg sama utk wrapping??

- Cara memasang EVA kita biasanya pakai lem epoxy yg sama dengan untuk melapisi benang (thread) atau untuk coating joran. Masalahnya terkadang diameter dalam (Inner Diameter/ID) EVA jauh lebih besar atau lebih kecil dari diameter joran (butt).

- Kalau ID EVA lebih besar dari OD (Outer Diameter) joran, bisa kita pakai isolasi kertas pada joran untuk memperbesar diameter-nya.

- Lalu kalau ID EVA lebih kecil dari joran, ini yg agak ribet. Saya diajarkan oleh rod builder di Singapore untuk merendam EVA-nya terlebih dahulu dengan thinner selama 4 s/d 6menit (note: thinner harus mutu yg paling bagus). Lalu EVA akan menjadi lebih 'soft' dan menjadi mudah untuk dimasukkan ke dalam butt (butt sudah dilumuri dengan epoxy sebelumnya). Kelebihan epoxy yg meleleh keluar dapat dibersihkan dengan thinner yg sama juga.

- Reel seat dapat dipasang dengan mengukur ID dari reel seat dan OD dari joran (butt). Selisihnya kita 'tambal' dengan isolasi kertas. Biasanya saya pakai isolasi kertas lebar sekitar 2cm dan pakai 3-4 buah lilitan untuk 'bantalan reel seat.

- Pemasangan butt/gimbal juga seperti reel seat, pakai isolasi kertas (masking tape) untuk mengganjal kekurangan diameter pangkal joran. Lalu diberi epoxy dan gimbal/butt dapat dipasang.

Monday, November 10, 2008

BEBERAPA TEKNIK MANCING YANG UMUM DILAKUKAN DI INDONESIA

1. MANCING DASARAN (Bottom Fishing). Mengapa disebut “Mancing Dasaran”, karena apa yang dilakukan adalah menempatkan kail yang berisi umpan di dasar laut (atau sedikit diatasnya agar tidak tersangkut karang) dengan harapan bahwa ikan ikan yang berada di dasar laut memakan umpan tersebut. Ini adalah teknik mancing paling umum dan paling popular dikalangan pemancing. Ikan yang menjadi target biasanya adalah Kakap Merah, Jenaha, Kurisi (Kerisi), Kuwe, Krapu, Salem dan beberapa ikan dasar lainnya. Terkadang Tenggiri dan Barracuda juga dapat dipancing dengan cara ini. Mancing dasar menggunakan joran standar dan bisa menggunakan reel spinning atau open (overhead) reel) atau malahan pakai tangan saja (hand line) yaitu cara tradisional. Ukuran pancing yang digunakan berkisar antara nomor 3/0 sampai 1/0. Mancing dasar harus menggunakan pemberat (timah atau besi) yang beratnya tergantung pada kencangnya arus diperairan tersebut. Diperairan kepulauan Seribu mungkin cukup menggunakan timah yang maksimal 200 gram tapi di sekitar Merak, Anyer dan Muara Binuangeun mungkin harus sampai 400 gram beratnya. Umpan yang populer digunakan di perairan P. Seribu adalah udang hidup yang biasanya dibeli dari bagan bagan pada pagi hari atau menggunakan cumi serok (sudah mati). Di daerah Selat Sunda dan Muara Binuangeun pemancing biasanya menggunakan cumi yang di iris iris atau utuh (cumi kecil) dan/atau irisan ikan tongkol atau ikan lain yang dagingnya alot! Mancing Dasaran disebut juga mancing JEBLUKAN. Awalnya mungkin karena sewaktu pemancing melontarkan kail yang diberati timah kedalam air, apakah dari perahu atau dari dermaga biasanya menimbulkan bunyi ”jebluk” sehingga munculah istilah mancing ”jeblukan”
2. NGONCER. Ngoncer adalah mancing dengan menggunakan ikan hidup sebagai umpan (LIVE BAIT). Teknik ini sedikit unik dan tanpa menggunakan timah/ pemberat. Kenur utama dipasang kili-kili peniti (snap swivel), kemudian disambungkan dengan mata kail dengan kawat nikelin sepanjang 10.cm. Umpan yang digunakan mutlak umpan hidup seperti : selar, tembang, layang, como, kembung, sangir, bahkan baby barracuda (alu-alu). Umpan hidup dibiarkan berenang menjauhi kapal, menuju lokasi yang paling akurat (tohor), sambil menunggu ikan pamangsa, seperti Tenggiri dan Barracuda menyambar umpan hidup tadi. Terkadang digunakan pula balon, yang berguna agar ikan tidak berenang ke bawah, sehingga ikan selalu berada di permukaan (1-2m dari permukaan) . Tehnik ini yang sangat efisien dan efektif untuk mancing tenggiri di Kep. Seribu dan mancing ikan permukaan di perairan sekitar Muara Binuangeun. Banyak pemancing sangat menggandrunginya.
3. TROLLING (Tonda). Teknik memancing yang disebut ”trolling” ini harus menggunakan reel khusus (Open Reel) yang cukup kuat dan joran khusus yang umumnya hanya terdiri dari 1 batang dan harus ditarik kapal dengan kecepatan 5-7 knot. Trolling biasanya menggunakan umpan buatan yang dibuat dari fiber glass, kayu atau plastik. Umpan palsu yang paling populer adalah yang disebut Rapala untuk memancing ikan ikan seperti Tenggiri dan Wahoo. Ada jenis umpan palsu lain yang disebut Konahead yang berbentuk seperti cumi tapi berwarna menyolok untuk mancing ikan ikan sejenis Marlin, Layaran dan Lemadang. Jarak umpan dari kapal sekitar 20-100m tergantung dari ukuran umpannya. Cara ini sangat populer digunakan di perairan sekitar Binuangeun dan Ujungkulon tetapi tidak efektif bila digunakan di daerah Kep. Seribu atau di Selat Sunda bagian utara yang tidak banyak ikan palagis diatas 10 kg.
4. CASTING, biasanya dilakukan dari pinggiran laut, seperti dermaga, batuan, pantai, bahkan diatas kapal yang sedang berhenti / jalan dengan pelan. Joran yang digunakan adalah joran khusus yang bersifat lentur (tidak kaku) dan panjangnya antara 150 sampai 172 cm cm karena berbeda dengan Popping (lihat teknik nomor 8) lontaran umpan biasanya tidak perlu terlalu jauh (antara 20 sampai 30 m). Reel yang digunakan bisa spinning bisa juga reel khusus (baitcasting). Umpan yang digunakan biasanya umpan tiruan (lure) yang berbentuk ikan ikanan, serangga atau binatang laut lain dengan berat sekitar 7 sampai 20 gram. Caranya adalah umpan dilempar sejauh mungkin, kemudian reel digulung dengan cepat. Hal ini harus dilakukan terus menerus sampai ikan menyambar atau sampai pemancing merasa lelah dan menyerah. Oleh karena itu cara mancing seperti ini termasuk Popping dan Jigging (lihat nomor 7 dan 8 ) dikategorikan sebagai Sportfishing yaitu mancing sambil ber olah-raga! Penggemar Casting yang sudah sangat piawai lebih suka menggunakan reel khusus yang disebut Baitcaster lengkap dengan jorannya. Posisi spool Reel Baitcaster seperti juga reel model overhead umumnya adalah melintang sehingg mampu meluncurkan PE atau kenur tanpa hambatan/gesekan dengan spool sehingga PE bisa meluncur dengan lebih cepat dan mencapai jarak yang lebih jauh dari reel spinning. Inilah kelebihan reel Baitcaster dibanding Reel model Spinning. Tetapi, karena kelebihannnya reel tersebut punya kelemahan. PE yang meluncur bila terlampat dihentikan (di reem) sewaktu lure menyentuh air dapat menyebabkan PE meluncur terus dan tumpah ruah sehingga mengakibatkan kusut parah. Oleh karena itu, untuk mampu menggunakan reel Baitcaster memerlukan latihan yang terus menerus untuk menguasai penggunaannya karena
5. SURF CASTING. Teknik mancing ini dilakukan dari pantai dengan menggunakan joran yang panjangnya kira-kira 4m dan biasanya terdiri dari 3 pieces (potong) yang harus disambung jadi satu. Jorannya hampir seperti joran spinning atau popping biasa hanya jauh lebih panjang. Pemancing juga harus menggunakan reel yang berukuran cukup besar (biasanya model spinning kelas 4000 keatas). Oleh teman-teman di daerah Yogya teknik mancing ini disebut PASIRAN. Walaupun teknik dasarnya hampir sama dengan casting yaitu melontarkan umpan sejauh jauhnya tetapi dalam Surf Casting, umpan yang di lontarkan justru dibiarkan mendarat dan tinggal di tempat dia jatuh. Oleh karena itu teknik mancing ini harus menggunakan timah pemberat untuk menahan agar umpan tidak bergerak kesana kemari dibawa ombak. Umpan yang digunakan juga bukanlah umpan palsu (tiruan) tetapi biasanya irisan ikan, cacing laut, undur-undur atau kerang-kerang yang ditemukan dipesisir. Pelontaran umpan tidak dilakukan secara sembarangan tetapi harus ditujukan ke cekukan cekukan/celuk yang diperkirakan ada ikan. Selain daripada itu surf casting biasanya dilakukan pada waktu pasang naik karena pada saat itulah ikan ikan mendekati pantai untuk mencari makanan. Selain dipantai, teknik surf casting juga bisa dilakukan di muara sungai, juga pada saat laut pasang!
6. ROCK CASTING. Teknik mancing ini hampir sama dengan teknik Surf Casting dan menggunakan peralatan yang hampir sama tetapi dilakukan dari atas batu karang (rock) atau pinggir laut yang curam. Teknik dasarnya juga sama yaitu melontarkan umpan sejauh jauhnya dan umpan yang di lontarkan dibiarkan mendarat dan tinggal di tempat dia jatuh. Oleh karena itu teknik mancing ini harus menggunakan timah pemberat untuk menahan agar umpan tidak bergerak kesana kemari dibawa ombak. Umpan yang digunakan juga bukanlah umpan palsu (tiruan) tetapi biasanya irisan ikan, cacing laut atau kerang-kerang yang ditemukan dipesisir. Seperti dalam Surf Casting, pemancing biasanya tidak memegangi jorannya terus menerus tetapi menempatkannya disuatu tempat atau pada penyangga yang kokoh dan mengamati dari kejauhan sampai umpannya disambar ikan. Memancing dengan teknik Rock Casting sebenarnya sangat berbahaya karena pemancing harus memanjat tebing dan mencari spot diatas permukaan batu karang yang tingginya dari permukaan laut antara 2 m sampai 20 m. Yang hanya 4 m dari permukaan laut dapat tiba tiba dikelilingi air laut dan terpisah dari daratan pada saat pasang naik. Lokasi yang sangat tinggi juga sangat berbahaya karena ada bahaya terjatuh kedalam laut. Oleh karena itu teknik ini biasnya hanya dilakukan oleh pemancing yang suka mencari petualangan. Para ahli menasihatkan agar mereka yang senang ”Rock Casting” selalu melakukannya bersama teman agar bisa saling menolong.
7. JIGGING – Menurut para ahli, Jigging sebagai salah satu teknik mancing bukanlah sesuatu teknik yang baru muncul. Nelayan dari beberapa negara sejak ribuan tahun lalu telah mencoba ”menipu” ikan dengan menggunakan umpan palsu yang dibuat dari timah atau logam lain berbentuk ikan kecil yang dicemplungkan ke dasar laut lalu kemudian ditarik dengan cepat keatas. Pada saat ini, spot yang paling populer untuk teknik Jigging bagi para pemancing Jabodetabek, Jawa Barat dan Banten adalah di perairan Muara Binuangeun sekitar Pulau Deli dan di Sea Mount Reef yang lokasinya antara Lampung Barat dengan Ujung Kulon. Jigging biasnya dilakukan pada spot yang terdiri dari terumbu karang atau tubiran dengan kedalaman antara 50 sampai 100 m. Jig yang digunakan biasanya adalah yang memiliki berat minimal 150 gram agar terjun dengan cepat menuju dasar laut. Tetapi saat ini teman teman penggemar Jigging di Sea Mount Reef dan di Bali lebih suka menggunakan jig yang beratnya antara 230 sampai 400 gram tergantung jenis ikan yang menjadi sasaran. Memancing dengan teknik Jigging memerlukan peralatan yang berbeda dari teknik Popping atau Casting. Joran yang digunakan cenderung lebih kaku dan pendek (antara 150 sampai 170 cm), agak lebih kaku dari joran untuk mancing Dasaran. Joran untuk jigging hampir mirip dengan joran Trolling tetapi lebih kecil ukurannya dan terdiri dari 2 sambungan yang sambungannya berada diujung pangkal joran (butt). Reelnya juga harus lebih kokoh dibandingkan dengan reel untuk popping walaupun pada dasarnya bisa ditukar-tukar. Seperti telah disebutkan diawal sewaktu Jigging, jig tidak diayunkan ke spot yang dijadikan target tetapi dicemplungkan dan dibiarkan meluncur ke dasar laut secepat mungkin kemudian segera menggulung reel dengan cepat sambil sesekali disentak sentak. Cara tersebut dilakukan agar umpan tiruan tersebut bergerak mirip ikan umpan alami tetapi berenang menuju keatas sehingga ikan sasaran mau menyambarnya. Jigging biasanya dilakukan dari kapal/perahu yang lego jangkar dan berdiam ditempat. Tetapi waktu saya igging di Bali dengan beberapa teman perahu kami dibiarkan hanyut dan kemudian harus kembali ke spot semula karena kedalaman lautnya mencapai 80 sampai 90 m sehingga sulit untuk lego jangkar. Bila terjadi strike, jig biasanya tiba tiba terasa berat dan ada yang menarik sehingga harus segera dilakukan ”fight” agar ikan tersebut tidak bisa menyelam dan bersembunyi didalam karang. Seperti juga dalam Popping, tantangan utama dalam jigging adalah justru mempertahankan agar ikan yang menyambar jig tidak bisa lari dan bersembunyi dibalik karang. Bila ini terjadi maka yang biasanya terjadi adalah jig terpaksa diputuskan/dikorbankan. Istilah para pemancing Indonesia adalah menjadi sesajen untuk laut selatan (bila terjadinya di Binuangeun).
8. POPPING. Teknik Popping pada dasarnya termasuk dalam kelompok Casting. Tetapi teknik Popping menggunakan joran (rod) yang cukup panjang, antara 180 sampai 210 cm dan terdiri dari 2 pieces yang disambung. Cincin-cincin (guide/kolongnya) berukuran besar agar kenur dapat meluncur dengan cepat dan sewaktu di retrieve (digulung) benang PE atau kenur akan kembali dengan lancar. Joran yang lebih panjang akan menghasilkan pelontaran umpan yang lebih jauh. Reel yang digunakan biasanya kelas 6000 keatas dan kenurnya adalah benang PE (Braided) kelas 50 lbs sampai 80 lbs. Sesuai dengan sebutannya, teknik popping khusus menggunakan ”lure” (umpan buatan) yang disebut Popper yang biasanya berukuran besar dengan berat antara 80 sampai 100 gram. Umpan buatan yang dipakai terdiri dari 2 jenis. Yang pertama disebut ”Chugger” yang kepalanya rata dan memiliki cekukan seperti mangkok. Chugger ini bila disentak sewaktu mengapung akan menimbulkan bunyi ”pop, pop, pop” karena kepalanya menabrak air laut. Itulah sebabnya ia disebut ”popper”. Jenis yang satu lagi disebut ”Pencil” karena kepalanya ”tajam” dan pensil ini tidak disentak sentak tetapi hanya ditarik terus. Teknik Popping hampir sama dengan Casting yaitu mengayunkan umpan tiruan ke spot yang dijadikan target kemudian menggulung reel dengan cepat, lalu setelah bebera putaran popper disentak (bila umpannya Chugger) lalu menggulungnya lagi. Cara tersebut dilakukan agar umpan tiruan tersebut bergerak mirip ikan umpan alami, sehingga ikan sasaran mau menyambarnya. Perbedaan utama antara Popping dengan Casting adalah bahwa Popping biasanya dilakukan dari kapal/perahu yang ”stand bye”. Artinya mesin kapal tetap hidup dan jangkar tidak diturunkan agar kapal bisa segera mundur bila telah terlalu dekat ke karang atau bila umpan disambar ikan target agar ikan tersebut tidak bisa menyelam dan bersembunyi didalam karang. Teknik ”popping” sangat populer di perairan Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur (sekitar Pulau Komodo) dan banyak dilakukan oleh orang asing, seperti Jepang, Korea dan juga Indonesia. Popping sekarang sangat populer dikalangan pemancing hobbyist Indonesia terutama untuk memancing Tuna pada waktu musimnya dan GT (Grand Trevally/Kuwe Gerong) yang bisa dilakukan kapan saja asal di spot yang tepat. Spot yang paling populer untuk pemancing Jabodetabek dan Banten saat ini adalah di sekitar Karang Tungku Tiga dan Batu Mandi sekitar Pulau Sanghyang, Tanjung Tua dan Karang Krekah dekat Bakauhuni, di Karang Jajar dan sekitar Pulau Panaitan, Ujungkulon. Semua spot ini berada di wilayah perairan Selat Sunda. Gerombolan ikan Tuna sirip kuning biasanya muncul sekitar bulan Maret-April di perairan Pelabuhan Ratu, Sukabumi.
9. Mancing GARONG. Cara mincing ini secara popular diplesetkan dengan sebutan “ngegarong” karena menggunakan sejenis mincing yang bermata 6(enam) berbentuk seperti matahari yang disebut pancing “GARONG”! Uniknya, seringkali (atau lebih sering) ikan yang digarong tertangkap bukan karena pancing nyangkut di mulutnya tetapi nyangkut di insang, di pipi, pundak, perut, buntut, dsb. Mancing garong ini biasanya menggunakan joran TEGEK yaitu joran tanpa kolong-kolong (cincin/guide) yang panjangnya antara 4 m sampai 6 meter. Mancing cara “garong” ini harus menggunakan pelampung kecil yang dibuat dari kayu ringan dan biasanya berbentuk seperti “piring terbang”. Jarak antara pelampung dengan pancing garongnya hanya berkisar sekitar 50 cm sampai 100 cm sedangkan seluruh panjang kenur dari ujung joran sampai mata pancing hanya 2 sampai 3 m. Mancing ini umumnya menggunakan umpan lumut laut yang banyak tersedia dibebatuan di pantai. Kadang kadang orang menggunakan nasi atau kue. Umpan tersebut tidak ditempelkan di pancing tetapi dijepit oleh kenur kira kira 1 - 2 cm diatas pancing. Target yang utama adalah ikan Baronang, Botana, dan terkadang juga ikan Kakak Tua. Tehnik ini murah tetapi sangat unik, eksentrik dan sebenarnya sangat sulit. Mancing “garong” tidak memerlukan perahu atau kapal karena dilakukan dari pinggiran seperti dermaga, batu batu (beton) pemecah ombak, atau jembatan di sekitar pantai. Oleh karena itu, teknik mancing yang satu ini dianggap yang paling murah biayanya dan banyak orang sangat menikmatinya dan benar-benar ketagihan!
Catatan khusus tentang lokasi mancing di laut sekitar DKI & Jabar
1. Musim Mancing:
 Laut Jawa & Selat Sunda : Antara bulan Mei sampai Nopember (musim Angin Selatan)
 Binuangeun, Pelabuhan Ratu, Pangandaran & Cilacap: Antara bulan Nopember – Mei (Musim Angin Barat)

2. Sewa Kapal (Perahu):
 Teluk Jakarta (dari Tanjung Pasir atau PLTU) Sewa seharian (12 jam) biasanya dari jam 05.00 pagi sampai jam 17.00 rp.800.000,- duluar umpan, es balok, bekal & tip. Kapasitas perahu maksimum 4 orang pemancing plus 3 ABK.
 Merak (untuk mancing disekitar Pulau Sanghyang dan Karang Tungku 3) biaya sama dengan di Jakarta. Kapasitas kapal sama. Jam penyewaan juga sama.
 Anyer (Dermaga Paku); sama dengan di Merak.
 Muara Binuangeun ; antara rp.4 jt sampai 10 juta untuk 36 jam. Lain-lain sama
 Pelabuhan Ratu rp.3 sampai 4 jt. Untuk selama 12 jam !
3. Pelayanan di Kapal/Perahu
i. Kapten membawa kita ke spot mancing yang biasa dia pergi. Biasanya karang atau kapal karam. Kapal di Binuangeun dilengkapi GPS dan Fish Finder selain Radio Komunikasi. Kapten di Pelabuhan Ratu membawa pemancing mengejar Tuna pada waktu musimnya.
ii. ABK memasakan nasi, menggoreng ikan, membuat kopi/teh. Ada kapten/ABK di Mereka yang pandai membuat pindang kuah.
iii. ABK bertindak sebagai Caddy. Memasangkan umpan, mengganco/menjaring ikan dan melepaskan kail. Mereka juga membantu mengikatkan knot/rig, kail dan timah pemberat.
iv. ABK di Muara Binuangeun akan membersihkan semua peralatan mancing, melepaskan reel dan membersihkan semuanya selama perjalanan pulang.

(Dikumpulkan dan ditulis ulang oleh A. S. Ruky)

Saturday, November 8, 2008

Teknik Mancing di Kep.1000

Ada beberapa TEHNIK yang dapat digunakan di Kepulauan Seribu / Teluk Jakarta, yaitu :

MANCING DASAR ( Bottom Fishing ), yang biasanya ikan yang didapat adalah Kakap Merah, Kuwe, Krapu, dan beberapa ikan dasar lainnya. Terkadang Tenggiri dan Barracuda juga dapat dipancing dengan cara ini.


KONCER (LIVE BAIT), cara ini sedikit unik, tanpa menggunakan timah/ pemberat, jadi kenur utama dipasang kili-kili peniti, kemudian disambungkan dengan mata kail dengan kawat nikelin sepanjang 10cm. Umpan yang digunakan mutlak umpan hidup seperti : selar, tembang, layang, como, kembung, sangir, bahkan baby barracuda.
Umpan hidup dibiarkan berenang menjauhi kapal, menuju lokasi yang paling akurat (tohor), sambil menunggu ikan pamangsa, seperti Tenggiri dan Barracuda menyambar umpan hidup tadi.
Terkadang digunakan pula balon, yang berguna agar ikan tidak berenang ke bawah, sehingga ikan selalua berada di permukaan (1-2m dari permukaan)
Tehnik ini yang sangat efisien dan efektif untuk mancing tenggiri di Kep. Seribu, dan saya sangat menggandrunginya.


TONDA (TROLLING), dengan umpan buatan sepeerti rapala, king getter, spoon, dsb - ditarikkapal dengan kecepatan 5-7 knot. Jarak umpan dari kapal sekitar 20-50m tergantung dari umpannya.
Cara ini kurang efektif bila digunakan di daerah Kep. Seribu yang tidak banyak ikan palagis diatas 10 kg.

CASTING, biasanya dilakukan dari pinggiran laut, sepeti dermaga, batuan, bahkan diatas kapal yang sedang berhenti / jalan dengan pelan. Umpan yang digunakan biasanya tiruan, dengan berat sekitar 7-20gram. Caranya adalah umpan dilempar sejauh mungkin, kemudian reel digulung dengan cepat. Dan hal ini dilakukan berulang-ulang sampai ikan menyambar maupun sampai tangan pegel !
Kalau saya suka casting dari dermaga pulau dengan target ikan kuwe maupun tenggiri kecil, tetapi kalau belum dapat juga , ya casting cumi untuk makan malam.

JIGGING - POPPING - tehnik ini biasanya sih digunakan di daerah Bali, dan banyak dilakukan oleh orang asing, seperti Jepang dan Korea. Tidak ada salahnya anda mencoba di Kep. Seribu. Keduanya hampir sama caranya, adalah dengan mengayunkan umpan tiruan, maupun menggulung reel dengan cepat, kemudian berhenti dan menggulungnya lagi. Kesemuanya bertujuan agar umpan tiruan tersebut mirip ikan umpan alami, sehingga ikan mau menyambar.
Saya sebagai orang desa, ya ndak pernah pake cara ini, karena selain umpan tiruannya khusus dan mahal, lagipula " mancing kok angel-angel nemen!"

Mancing dengan Layang-Layang - biasanya sering saya jumpai di pinggiran pulau Seribu, para nelayan yang mancing dengan menggunakan layan-layang! Target ikannya adalah cendro. Bagaimana caranya ? sepertinya ikan cendro ditangkap dengan tali laso, tanpa menggunakan pancing. Saya kurang jelas sekali masalh ini, karena belum pernah ikutan nelayan itu, lagipula saya melihatnya dari jarak 5-10m dari kapal.

Mancing GARONG - disebut demikian karena memang NGGARONG ikan ! jadi pancing tidak selalu berada di mulut ikan, tetapi terkadang ada di pipi, di pundak, perut, buntut dsb. Dan pancingnya pun disebut pancing GARONG, yang terdiri dari 6 rangkaian mata pancing, yang berbentuk matahari, menggunakan joran TEGEK, sepanjang 4-6meter. Target ikan adalah keluarga RABBIT FISH, seperti Baronang, Botana, dan terkadang juga ikan Kakak Tua.
Tehnik ini sangat unik, eksentrik, sulit dan murah ! Mungkin mancing yang satu memerlukan biaya yang paling murah, tetapi NIKMATNYA.............. wueleh...........wueleh ..............wueleh.........! Selain tehnik Koncer, saya juga keranjingan mancing dengan joran TEGEK, karena bagi saya, sensasinya betul-betul lain daripada yang lain ! Apalagi anda sudah bisa menggunakannya, Wah ! anda bangga sekali lho ! Soalnya ndak semua pemancing bisa melakukannya !!!! Lagipula dapatnya BARONANG boo....! kalo dibakar, merem melek cing !

Friday, November 7, 2008

Saat batal ke Merak, oleh : Cien

Ada bocoran, dua hari lalu di Suralaya Merak baronang sedang galak. Kasar-kasar lagi. Kecuali baronang susu yang Cuma 4-5 jari, selebihnya baronang lada 8 jari serta tompel dan batik 7 jari. Info begini, meski belum tentu benar, jelas menggetarkan sanubari setiap pemancing baronang.

Pukul lima pas. Tapi Dimas belum datang juga. Sontoloyo! Sesuai perjanjian seharusnya kawan baik ini sudah muncul sejam lalu. Repotnya saya juga tak mungkin pergi sendiri. Selain agak riskan, Dimas juga telanjur janji mau bawa umpan lumut. Mancing baronang di Merak tanpa bawa lumut, sama juga bohong.

Hati yang sudah ngebet ingin cepat mancing jadi serba bimbang. Tapi sudah kadung bangun subuh, biarpun sudah kesiangan, akhirnya saya putuskan untuk tetap pergi. Bukan ke Merak, melainkan ke Tanjung Pasir di Tangerang.

Cakrawala yang sudah benderang membuat saya tak sempat lagi mencari lumut. Setelah membeli dua bungkus nasi di warung tegal, saya buru-buru menyewa perahu nelayan untuk mengantar ke Pulau Untung Jawa.

Pulau Untung Jawa letaknya berdampingan dengan Pulau Rambut di barat dan Pulau Bokor di barat laut. Di penghujung November ini, sejauh mata memandang cakrawala tampak begitu jernih. Pulau Lancang dan Pulau Pari yang biasanya samar-samar juga terlihat jelas. Mungkin derasnya hujan pada awal musim angin barat telah menyapu bersih kabut laut yang biasa menghalangi pandangan.

Hampir setengah jam berlalu, tapi Untung Jawa masih tetap terlihat jauh. “Ini sudah full speed”, kata tukang perahu. “Tuh knalpotnya sampai ngebul banget”. Kelihatan tukang perahu agak kesal karena saya terus meminta dia menambah kecepatan. Saya memang geregetan. Kuping seolah tuli dan hidung pun geremetan akibat getar mesin diesel yang berisiknya bukan main, tapi pulau yang dituju tidak kelihatan semakin dekat. Saking tak sabar, saat haluan belum mencapai dermaga timur pulau, saya sudah langsung melompat turun ke air.

Di dermaga sudah ada tiga pemancing casting dan seorang pemancing baronang. Jelas kelihatan dari joran tegeg dan pelampungnya yang tergantung di atas permukaan. Supaya tidak timbul rivalitas, saya harus menyapanya lebih dulu.

“Rame, nih. Sudah naik banyak pak?”, saya mencoba berbasa-basi. “Huu payah! Dari tadi arusnya kenceng banget!”, gerutunya tanpa menoleh. Tapi saya lihat korang di sisi dermaga sudah terisi. Satu baronang tompel lima jari dan tiga lagi baronang susu empat jari. Wah, telat. Gara-gara Dimas.

Setelah berkenalan, saya tahu pemancing dari Serpong ini bernama pak Iman. Sudah tiga bulan selalu mancing di tempat yang sama. Kata beliau hasilnya oke. Umpannye lumut batere. Bila saya terperangah melihat pancingnya yang besar, ia justru tampak ragu melihat pancing garong saya yang cuma sekuku ibujari. Saking baik hati, ia malah sempat menawarkan pancing garongnya, yang kontan saya tolak secara halus.

Pak Iman duduk menghadap timur menantang langsung matahari fajar. Saya di sisi kanannya menghadap tenggara. Masuk musim angin barat, arus memang datang dari timur. Berarti pagi ini laut sedang bergerak menuju puncak pasang naik. Permukaan air ngopyak, berombak riak sedang. Air biru gelap dan berangin semilir. Begitu umpan dilempar, memang benar langsung melayang terseret arus. Terpaksa lemparan diulang lebih jauh melawan arus. Agak susah mancing dengan kenur mengsong begini. Pengalaman terdahulu, pancing akan sering meleset kala disentak.

Gebrakan pertama muncul pada lemparan keenam. Umpan baru turun setengah air. Benang juga belum tegang dan masih meliuk-liuk diterpa angin. Tapi naluri tidak tertipu dan memang sangat kasat mata, umpan sedang ditanggap baronang. Pelampung bergerak zigzag dan kenur bergerak tenggelam secara tidak wajar. Mengingat posisi kenur yang miring, joran tidak boleh disentak dulu. Biarkan ikan merasa mantap menyosor umpan. Sedetik tali menegang, tanpa ampun joran langsung disentak.

Bukan terangkat, joran malah melengkung hebat dan terasa bak dibebani batu besar. Sampai nyungsep, istilah pemancing baronang. Pelampung pun langsung lenyap ditelan air.

Ikan melesat kekiri, gagal. Ke kanan juga gagal. Saat itulah kenur berdesing menyayat permukaan air. Berikutnya ikan lari melingkar ke arah luar, namun sambil terus bertahan di kedalaman. Beberapa detik kemudian menyerah juga dia.

Dari atas, kelihatan seperti sebuah piring keramik sedang melayang di bawah permukaan air. Tompel tujuh jari, atau lebih kalau dihitung dengan duri sirip dan punggung dan perutnya yang menantang. Pak Iman geleng kepala melihat ikan tergantung di pancing garong segede kuku.

Lima belas menit kedepan pasaran berubah sepi. Angin kian kencang sementara arus belum mengendur. Mata terasa payah melihat pelampung yang terus bergoyang diterpa angin. Kami mengobrol sambil berusaha tetap menatap pelampung. Saat begini biasanya pemancing sering kecolongan. Dan ini benar-benar terjadi.

Dua kali sudah lumut pak Iman cepak dicukur gigi baronang yang selalu diganti lumut baru, tentu sembari mengumpat. Karena sewot, kini dia bolak-balik menyentak joran sampai bunyinya mendengung, tapi tak ada ikan yang tersangkut. Sungguh bikin tetangga jadi stres. Pasalnya saya tak merasa umpan disentuh ikan. Saat saya coba angkat, utuh kok.

Waktu saya perhatikan, rupanya joran pak Iman terlalu lembek. Kurang pas untuk gerak cepat di air dalam. Oleh pancing garong yang besar saja ujung jorannya sudah tampak terbebani, belum lagi umpan lumut dan tekanan air. Pantas sentakan pancing garong selalu telat dan baronang sanggup melengos. Saya duga, barangkali ikan yang sempat kena sebelumnya Cuma pas lagi meleng.

Pada suatu kesempatan saya menyentak joran perlahan sekali. Bukan karena ada ikan, tapi untuk membuyarkan umpan nasi di pancing saja. Sambil berharap ikan yang mencuri umpan pak Iman mau beringsut ke depan saya. Tentu sama sekali tidak etis jika saya menebar bom nasi saat pemancing di sebelah berkali-kali menyentak joran tanpa hasil. Iba juga hati ini, sebab rasanya beliau tidak “ngeh” akan hal ini.

Begitu umpan pasangan baru tenggelam, saya menahan napas melihat atraksi gila pelampung. Gerakan turun naiknya segesit jarum mesin jahit! Saya menahan diri untuk tidak buru-buru menyentak joran. Saat umpan menyentuh dasar dan pelampung makin kelojotan, “Japp!”.

Sepersekian detik joran stagnan. Sentakan tidak otomatis memboyong ikan naik, tetapi juga tidak ada betotan pertanda ikan melawan. Saya duga, ikan terkejut saat pancing garong membekap mulut, namun ia juga sulit bergerak karena posisinya sedang nungging di dasar.

Detik berikutnya perut jadi mulas. Pelampung amblas karena ikan menarik kenur kuat-kuat dengan terus main bawah. Ia tidak manuver kesana kemari seperti tompel semula, tetapi terus bertahan di bawah sambil zigzag, yang menyebabkan joran ikut bergerakmanggut-manggut.

Berbahaya! Cuma ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama ikan lepas karena bibirnya sobek, berikutnya kenur yang halus itu putus di simpul. Kemungkinan pertama agak sulit, sebab ukuran pancing garong yang kecil biasanya membuat dua pancing menancap bersamaan. Situasinya sungguh serba tidak menguntungkan. Dipaksa naik takut kenur jebol, dibiarkan terus juga tidak aman.

Susah payah saya berusaha bangun dari duduk. Namun begitu bisa berdiri, sekonyong-konyong joran menjadi ringan. Kenur putus di simpul pancing. Seketika pak Iman terkekeh-kekeh sambil mengomentari mengapa joran tidak buru-buru diangkat. “Ikannya kasar tuh!” ujarnya memanasi.

Beberapa jam kedepan tidak ada tarikan yang istimewa. Paling yang naik baronang susu atau tompel kecil-kecil. Waktunya pun sporadis. Naik satu-dua ekor, terus sepi lagi. Kadangkala pelampung bergetar halus, tapi begitu disentak ada si tompel. Di lain kesempatan pelampung bergetar kesetanan, namun sewaktu disentak malah kosong atau naik baronang susu empat jari.

Pukul 11.00 arus sudah reda. Semestinya enak mancing dengan kenur agak tegak, tapi ikan juga ikut menghilang. Sinar matahari memang mulai menembus ke dalam air dan menampakkan bayangan bebatuan di dasar laut.

Saya tinggalkan pak Iman untuk mengisi perut di warung di tepi pantai. Ia sendiri memilih menyantap bekal di tempat. Katanya tidak tega meninggalkan dermaga. Padahal berkata jujur mau mencuri kesempatan juga tak jadi soal.

Saat saya kembali, permukaan laut sudah seperti kolam. Arus mati dan angin pun tak ada. Dimana-mana air tampak sangat bening. Namun yang paling tragis, tak satu ikan pun terlihat di antara bebatuan. Akhirnya saya Cuma menemani pak Iman yang tetap rajin menyentak joran, meskipun selalu tanpa hasil. Mungkin terik matahari telah membuat efek halusinasi. Asal pelampung bergeser sedikit saja joran pasti kontan disentak.

Semakin siang bukan semakin baik. Air yang surut membuat perairan menjadi dangkal dan kian bening. Ini pertanda harus stop mancing. Saya hitung ikan di box ada 22 ekor, sepuluh tompel dan sisanya baronang susu. Lima tompel diantaranya terbilang cukup gede, sekitar enam-tujuh jari. Saat itu saya ingin segera pulang dan pamer hasil mancing setengah hari ini ke Dimas.

source : (Majalah Trip & Trick Edisi 1 / Maret 2002)

Thursday, November 6, 2008

Teknik Mancing Baronang (3), By : Kea Kea

Salam Baronang Mania dimanapun berada.

Untuk artikel terakhir ttg teknik mancing baronang, saya akan mengulas masalah kenur, umpan & rangkaian pancing. Semoga dr artikel2 singkat ini dpt memberikan pengalaman baru seni nikmatnya mancing baronang.

Bicara ttg kenur, Baronang Mania biasa menggunakan kenur yg tdk berwarna (transparan) dgn ukuran 6 lbs hingga 14 lbs. Tapi jangan lupa juga perhatikan ukuran diameternya. Cari kenur yg diameternya terkecil ttp mempunyai ukuran lbsnya terbesar sesuai kebutuhan . Misalnya diameter 0,285 tapi ukuran 14 lbs. Selain itu penggunaan kenur utk mancing baronang cukup hemat, cuma 3 - 5 m yg disesuaikan dgn ke dalaman lokasi. Sebab penggunaan kenur yg terlalu panjang malah memperbesar kemungkinan pancing tersangkut batu/karang di dasar laut dan kitapun akan sulit utk menaikkan baronang yg didapat.

Umpan yg umum dipakai adalah lumut pantai berwarna hijau atau merah kecoklatan yg tumbuh di bebatuan/batere di tepi pantai. Untuk umpan alternatif lainnya dpt digunakan ubi, pisang, uli ketan, nasi/pelet yg tlh dilumatkan dsb. Utk umpan lumut harus dipasang tepat di atas pancing garong yg ukuran 5 - 7. Sedangkan dgn nasi/pelet lumat hrs membungkus keseluruhan ujung pancing garong yg ukuran 8 -9.


Selanjutnya mengenai merangkai pancingnya, mula2 ikat kenur ke tali ujung joran, kemudian tarik ruas2 joran tegek seoptimal mungkin. Utk tali ujung joran ada 2 macam yg biasa digunakan, yaitu model tali tunggal dan lingkaran. Utk tali ujung joran ada dijual di toko2 pancing dan warnanya merah. Cara mengikat kenur di tali ujung joran usahakan model jerat/lasso agar sewaktu2 dpt dibuka/ganti kalau kepanjangan atau kependekan. Jangan lupa masukan pelampung lebih dulu sblm memasang pancing garongnya. Tarik pelampung ke atas dgn gencet lubangnya dgn potongan bambu kecil agar pelampung tdk bergerak2. Baru kemudian loloskan ujung kenur ke lubang pancing dan lewatkan 15 - 20 cm, ikat ujung kenurnya ke kenur lainnya hingga terbentuk suatu kenur ganda dimana pancing garong ada di dlmnya dan dpt bergeser2. Lilitan timah lembaran kecil pd kenur ganda, usahakan lilitan timahnya dpt digeser2 naik turun yg gunanya utk menggencet lumut yg diletakkan di sela2 kenur ganda tepat di atas lubang pancing garongnya.

Usahakan pelampung terpasang sekitar 15 cm diatas permukaan air, tapi bila menggunakan pelampung besar/celep biarkan terapung di permukaan air spt mancing ikan mas. Selanjutnya tunggu sejenak, bia baronangnya ada, pasti akan menyerbu umpannya dgn cara yg khas spt kelinci makan. Dan pelampungnya akan bergetar halus dgn irama cepat yg kadang sampai terasa di tangan. Jangan buang waktu, cepatlah sentakkan ujung joran. Dan selanjutnya nikmatilah saat2 joran tegek anda melengkung dalam2 dan kenur berdenting akibat perlawanan baronang yg panik. Tak ada salahnya jika sesekali anda menaburkan nasi utk menjaga agar baronang selalu berkumpul. Selamat mancing baronang.

Salam

KeaKea

JENIS-JENIS BARONANG YG SERING TERPANCING

Baronang (Rabbit Fish) tergolong ikan herbivora, meski demikian ia tdk menolak bila disodorkan udang rebon, nasi, kue pisang dll. Ikan baronang biasanya bergerombol di dkt bebatuan, karang atau di tiang2 dermaga/ bagan, sambil menggerogoti lumut atau teritip.

Anatomi tubuhnya pipih berwarna kecoklatan atau kuning dan di sirip punggung dan sirip bawahnya terdapat bisa yang dpt menyebabkan rasa nyeri, tetapi rasa nyeri itu akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 1 -2 jam. Biasanya ada juga pemancing yang memberi minyak tawon atau balsem utk mengurangi rasa sakitnya.

Berikut ini saya lampirkan beberapa jenis baronang yang sering terpancing di kawasan Kepulauan Seribu, Pelabuhan Ratu dan Merak:

1. Baronang Tompel / Siganus guttatus
Tubuhnya pipih dan agak lebar, bertotol-totol dengan satu tompel yang agak besar berwarna kuning di punggung belakang. Perlawanannya nya cukup kuat sehingga banyak pemancing yg menyukainya. Umpan kegemarannya lumut, pisang, nasi atau pelet yg sdh dilumatkan. Panjang maksimumnya 35 cm

2. Baronang Kalung / Siganus doliatus
Disebut juga Kea-Kea karena di lehernya memang terdapat garis hitam yang menyilang sehingga tampak bagaikan mengenakan kalung. Dan di tubuhnya juga terdapat rona warna kuning dan putih, panjangnya maksimum 30 cm dan menyukai lumut.

3. Baronang Angin / Siganus javus
Tubuhnya menyerupai baronang tompel tetapi agak lebih panjang dan bermotif bintik2 di punggung atas dan garis terputus-putus di bagian bawah. Ikan ini bisa mencapai panjang 45 cm dan menyukai umpan lumut serta senang bermain di pertengahan dan di permukaan laut.

4. Baronang Batik / Siganus vermiculatus
Bentuknya mirip dengan baronang tompel, tetapi motifnya badannya seperti batik dan dapat mencapai panjang 45 cm. Umpan yang disukai lumut, pisang, nasi atau pelet lumat.

5. Baronang Lada / Siganus chrysospilos
Tubuhnya dipenuhi bintik-bintik sebesar lada. Panjangnya bisa mencapai 40 cm dan menyukai umpan lumut. Ikan ini banyak terdapat di sekitar Merak/Bakauheuni.

6. Baronang Susu / Siganus fuscescens
Tubuhnya agak panjang tetapi tidak lebar seperti baronang tompel atau lada. Motifnya agak polos dengan bintik-bintik yang samar dan tidak sebanyak baronang lada. Dinamakan baronang susu karena kalau dipencet badannya akan keluar seperti cairan susu di perut bagian bawah nya. Umpan yang disukai adalah lumut, nasi dan pisang. Ikan ini paling
banyak sering dijumpai di Kepulaun Seribu dan pantai2 di Jakarta.

Demikian artikel kali ini yang dapat saya kirimkan kepada Baronang Mania. Semoga dilain kesempatan mancing baronang sudah dapat untuk mengidentifikasikannya.

Terima kasih.

KeaKea - fishyforum
(Sumber dari Kwok Tjie Jan)

Wednesday, November 5, 2008

Teknik Mancing Baronang (2), KeaKea - fishyforum


Salam Baronang Mania.

Terima kasih atas atensi yg diberikan kpd kami selama ini pd BARONANG MANIA CENTRE. Kami berharap pd artikel kali ini yg akan mengulas masalah "Pelampung" dpt memberikan sumbangan kpd seluruh Baronang Mania di manapun berada.

Pertama yg hrs dipahami adalah cara khas baronang memakan umpan nya. Tidak seperti ikan2 lain yg melahap atau menyambar umpannya, baronang makan dgn cara menggerogoti sambil juga menekan umpannya yaitu lumut. Jadi seperti cara makannya seekor kelinci. Sehingga peranan sebuah pelampung disini sangat penting.

Itulah sebabnya kenapa Baronang Mania selalu menggunakan pelampung dlm setiap aksinya. Pelampung yg digunakan dpt dibedakan menjadi 2 type. Yaitu "Pelampung Gantung" dan "Pelampung Celep". Adapun bentuknya ada berbagai macam dan warnanya cukup meriah. Ada yang berbentuk oval telur, bundar bola, kerucut gasing dan masih banyak lainnya. Bahan pembuatannya ada yg dari karet, kayu atau sejenis gabus. Dan biasanya harga ditentukan dr kualitas bahan dan juga corak pewarnaannya, harga mulai dr yg cuma Rp 2.000 sampai dgn Rp 20.000 per bijinya. Selanjutnya saya akan menjelaskan satu persatu apa dan bagaimana pelampung2 tersebut.

1. Pelampung Gantung.

Pelampung gantung dipasang tergantung di atas permukaan air laut dan sama sekali tdk menyentuh air laut. Diameternya biasanya cuma 1 - 2 cm saja. Pelampung ini tergantung 10 -15 cm di atas permukaan, karena jika lebih rendah akan sering terhempas ombak sementara jika lebih tinggi akan sukar dipantau karena tiupan angin. Sehingga hal2 itu akan mengganggu konsentrasi pandangan pada getaran pelampung yang di timbulkan oleh dimakannya umpan oleh baronang. Selain menjadi detektor umpan dimakan baronang, posisi pelampung gantung juga dapat untuk menentukan seberapa dalam umpan ingin diturunkan di dalam air sesuai dengan kedalaman baronang yg sedang bermain. Baronang Mania yg mancingnya di batere dan dermaga biasanya lebih suka menggunakan pelampung gantung sebagai perlengkapannya.

2. Pelampung Celep.

Pelampung jenis ini dalam pemakaiannya dibiarkan terapung-apung di permukaan air. Cara kerjanya pelampung ini akan segera timbul tenggelam begitu umpan ditekan oleh mulut baronang yang sedang menggerogoti umpan lumut. Ukurannya lebih besar dari pelampung gantung dan berdiameter 2 - 3 cm. Biasanya berbentuk oval telur atau bundar bola. Pelampung ini selain sebagai detektor juga untuk menjaga agar umpan tdk kandas sampai ke dasar laut. Pelampung celup biasanya dipakai Baronang Mania yg gemar mancing ngoyor. Karena cara ini tidak akan membuat tangan cepat pegal dan lebih santai, tinggal menunggu pelampungnya tersedot ke dalam air.

Nah sekarang setelah tahu perbedaan bentuk dan pemakaian pelampung baronang, kini giliran bagaimana cara membaca getaran pelampung tsb. Untuk memberi gambaran bentuk getaran pelampung, coba bayangkan saja seekor kelinci yang sedang mengerat makanannya (ingat karena baronang juga disebut rabbit fish). Pelampung tsb akan bergetar sangat cepat namun halus, dengan arak gerakan vertikal. Atau cara lain, coba gantung pelampung setinggi 10 - 15 cm di atas lantai, lalu ketuk2 pangkal joran tegek dengan cepat namun jangan terlalu keras. Pelampung akan bergetar cepat sesuai dgn ritme ketukan. Persis seperti itulah yg terjadi bila umpan disantap baronang. Cobalah berkali-kali sampai anda yakin dan ingat akan getaran pelampung termasuk saat angin bertiup maupun ombak tinggi.

Sedangkan utk membedakan getar pelampung karena dimakan ikan atau karena ombak/angin, mudah saja. Angin dan ombak akan menggerakkan pelampung secara horisontal atau mirip berupa ayunan, bukan getaran halus yg bergerak vertikal secara bertubi-tubi.

Hal lain yg membuat peranan pelampung menjadi tdk berarti yaitu ketika umpan sedang melayang turun, rombongan baronang sudah langsung menyergapnya. Sehingga ketika kenur sudah dalam posisi lurus umpan sudah terlanjur gundul atau habis. Kalau kejadiannya begini, otomatis pelampung pasti tidak akan pernah kunjung bergetar. Solusinya adalah senantiasa memperhatikan gerakan kenur yang ada di bawah pelampung saat umpan di tenggelamkan. Umpan yang diserbu kawanan baronang pada saat sedang melayang turun umumnya akan menyebab kan kenur terlihat bergerak-gerak gesit dan tenggelam lebih cepat. Jika kejadiannya seperti itu langsung saja sentakkan joran tanpa menunggu kenur menjadi tegang atau pelampung bergetar.

Memang pada awal2 nya Baronang Mania akan mengalami kesulitan, tetapi kalau tidak dicoba bagaimana dapat menguasainya dan menikmati asyiknya mancing baronang. Untuk itulah disini Baronang Mania dituntut memiliki insting yang tajam dan respon yang cepat. OK selamat mencoba dan tunggu artikel berikutnya.

Terima kasih.


KeaKea a.k.a Bernard Dinata - fishyforum

Teknik Mancing Baronang (1), by : Kea Kea - fishyforum


Salam Baronang Mania.

Aneh ya, begitu banyak ikan di laut tapi kok kita2 fokus hanya di mancing baronang. Hal ini pun saya alami sendiri dulunya. Awalnya di Muara Baru saya melihat Baronang Mania yg duduk santai di atas kerendeng, nyentak joran tegek lalu ujung jorannya langsung melengkung beberapa ruas di- permainkan baronang yg ternyata cuma tompel 5 jarian. Tapi itu asyik seru bukan main, karena disitu Baronang Mania harus menahan joran tegeknya yg diajak bermain ke kiri dan ke kanan sebelum akhirnya baronang dapat diangkat. Selain itu juga saya melihat perlengkapan yang dibawanya cukup simpel yaitu cuma joran tegek dan kerendeng untuk tempat ikan, tempat duduk juga dijadikan tempat menyimpan kenur, pelampung, timah dan garongan. Untuk umpannya lebih hemat lagi, cuma kerokin lumut di tembok batere atau batu, sudah jadi. Makanya dari hal- hal itulah akhirnya saya jadi "fall in love" mancing baronang.

Untuk itu kali ini saya akan coba membahas mengenai alat2 & teknik2 mancing baronang yang biasa dipakai oleh Baronang Mania selama ini. Seperti: Joran, Pelampung, Kenur, Umpan, Rangkaian pancing dan Lokasi.
Semoga artikel ini dapat berguna untuk para New Baronang Mania.

1. JORAN.

Biasa Baronang Mania nyebutnya "tegek". Panjangnya biasa 4,5 - 5,5 m model antena tidak ada kolongan cincin, dudukan ril dan terdiri dari 7 - 8 ruas. Ada yang ruasnya panjang ada juga yang ruas pendek. Sebaiknya pilih joran yg lentur hanya pada 2 - 3 ruas dari ujungnya saja jangan keseluruhan batang jorannya lentur. Karena kalau terlalu lentur akan menyebabkan ikan mudah lolos dari sambaran pancing garong. Sebaliknya jika terlalu kaku kenur sering putus disimpulnya saat joran disentak.

Bahan dasar joran tegek ini bermacam-macam. Ada yang terbuat dari grafit, carbon, ataupun campuran dari keduanya. Malah katanya ada yang dari kevlar.

Karakteristik joran yang terbuat dari grafit umumnya kuat tapi berat & kaku kurang lentur, sehingga membuat tangan cepat lelah. Reaksinya terhadap sentakan juga terlalu berlebihan sehingga kenur sering menjadi korban.

Lain halnya joran yang terbuat dari carbon umumnya ringan tapi biasa tidak begitu kuat dan sangat lentur, sehingga reaksi sentakan menjadi sangat lamban. Ini akan merugikan karena pancing garong akan selalu terlambat menyergap mulut baronang. Jika sampai terpancing, ikan baronang pasti akan sulit diatasi agar tidak lari bersembunyi atau lepas karena pancing garong tidak menancap sempurna.

Joran tegek yang ideal untuk mancing baronang seharusnya hanya lentur di bagian ujung 1 - 3 ruas saja ( tergantung type ruas joran). Joran tersebut adalah campuran yang ujung 1 - 3 ruasnya terbuat dari carbon dan sisa ruas sampai ke pangkal terbuat dari grafit. Sehingga joran semacam ini bobotnya mantap tapi reaksi saat mendapat gaya sentakan secara tiba-tiba pun bisa cepat.

Sebelum membeli joran tegek pastikan untuk menguji reaksi jorannya terlebih dahulu. Tarik seluruh ruas joran hingga maksimum lalu coba sentakkan joran dengan mengayunkan pergelangan tangan. Idealnya seketika itu pula joran ikut naik, bukannya merunduk dulu baru naik.

Pemilihan panjang joran tegek biasanya disesuaikan dengan kedalaman dan lokasi pemancingannya. Tapi umumnya Baronang Mania gunakan panjang 4,5 - 5,5 m saja. Sedangkan joran yang panjangnya lebih dari 5,5 m hanya cocok digunakan pada tubiran sejauh 4 - 5 m kedepan dan sembari ngoyor (berendam).

Merek-merek yang biasa ada di pasaran dgn harga cukup terjangkau dan cukup baik kualitasnya adalah: Golden Fish, Daiwa, Sunlit Horse, Shimano, Golden Eagle dan Silstar.

Akhir kata joran tegek akan tetap berfungsi dengan baik apabila kita dapat merawatnya dengan cara, rutin membilasnya dengan air tawar sehabis dipakai mancing dan dilap kering serta hindarkan dari jatuh atau tertindih benda berat.

Terima kasih

Kea Kea a.k.a Bernard Dinata - fishyforum

Tips & Trick memancing Belanak, By : Adi Wisaksono a.k.a Soni Hampala


“Mancing belanak? Bagaimana caranya?” Pertanyaan ini wajar dikemukakan beberapa pemancing, karena selama ini ikan ini terkenal sulit dipancing. Paling-paling seekor dua ekor saja yang berhasil terpancing, itu pun sangat jarang terjadi. Kadang dengan umpan udang kupas memang ada saja belanak yang tertangkap. Tetapi seringkali ikan ini tidak secara khusus ditargetkan untuk dipancing. Pemancing, khususnya yang hobi mancing dipinggir laut, lebih familiar dengan sasaran pancingan berupa ikan-ikan kerapu, sembilang, baronang atau kakap batu. Tetapi mancing belanak?
Ternyata ikan belanak bisa menjadi target pemancingan yang sangat menarik dan memuaskan. Selain membuat ketagihan karena tarikannya yang mengejutkan, hasil yang banyak juga bisa diharapkan kalau memancing ikan ini. Tetapi untuk mengailnya tentu ada teknik khusus yang harus dipelajari. Selama ini, teknik ini telah dikembangkan oleh pemancing-pemancing dari Jawa Tengah, khususnya daerah Yogyakarta, Kebumen, Magelang dan sekitarnya.
Memancing belanak secara khusus biasanya tidak dilakukan di laut, tetapi di sungai dekat muara. Pemancing juga tidak perlu bolak-balik ke sana-kemari mencari lokasi yang tepat untuk dipancingi, karena ikan bisa dipanggil mendekat. Dengan chumming atau kalau istilah pemancing di sini disebut ‘bom’, ikan belanak bisa diajak berkerumun di depan mata kita.
Jika anda adalah pemula dalam memancing belanak, ada baiknya memperhatikan beberapa tips berikut ini.


1. Membuat ‘bom’
Dasar yang paling penting dari memancing ikan ini adalah ikan belanak bisa ditarik perhatiannya untuk mendekat dan bergerombol di depan kita. Untuk melakukannya, pertama, buatlah ‘bom’ untuk chumming agar ikan tertarik mendekat dan menjadi rakus. Bom ini dibuat dari tepung terigu 1kg dicampur air panas 2 gelas dan tembahkan bubuk vanili, gula dan mentega 1 sendok makan. Semua bahan itu lalu diaduk hingga pulen. Setelah pulen lalu ambil timah seberat kurang lebih 1 ons yang terdiri dari 3 atau 4 biji timah. Talikan kumpulan timah itu di kenur yang besar. Adonan tepung itu lalu dilekatkan ke kumpulan timah hingga seperti menyatu dan keras berbentuk bulatan (bola) sebesar kepalan orang dewasa. Berikutnya, adonan yang sudah diberi timah di dalamnya itu lalu ditanak (dikukus) seperti roti.
Nah, bom sekarang sudah jadi. Kenur besar beserta bomnya lalu diikatkan ke kayu atau joran gede buat menggantungkannya ke air. Ingat, tiap pemancing satu bom. Jadi bawa aja adonan itu barang beberapa kilo, soalnya kalau belanak lagi gila, tahu-tahu bomnya sudah hilang tinggal timah-nya saja.

2. Meletakkan bom
Bom yang sudah digantung lalu diturunkan ke dalam air sungai antara 0,75 sampai 1 m tergantung tingkat kejernihan air. Semakin jernih, semakin dalam bomnya diturunkan.

3. Umpan
Umpan paling ampuh adalah lumut. Berbeda dengan cara kita mengundang ikan, umpan yang dipergunakan untuk memancing belanak adalah berupa lumut. Lumutnya cari saja di sembarang selokan atau sawah, tetapi kalau bisa yang warnanya hijau segar, jangan yang terlalu tua karena gampang busuk. Belanak tidak suka lumut atau makanan busuk. Kalau mencarinya sore dan akan dipakai besok paginya, supaya awet berilah garam secukupnya.

4. Rangkaian Pancing
Pergunakanlah kenur multifilament braided untuk membuat rangkaian, meskipun penggunaan kenur biasa (monofilament) juga tidak diharamkan. Sifat kenur braided yang lemas sangat membantu ikan gampang menelan umpan. Kenur dipotong 10 cm (kalo bisa yang diameternya paling kecil) terus dipasang pancing kecil yang super tajam 2 atau 3 buah langsung ke kenurnya, jangan pakai cabang kumis-kumisanan segala. Kalau bisa memasangnya serapat mungkin alias jangan terlalu jauh jarak satu kail dengan yang lainnya. Biasanya memang satu kail yang akan tertelan dimulut ikan belanak, sedangkan kail ke-2 dan 3 selain berguna buat membantu manyangkutkan lumut supaya tidak gampang terlepas, juga berfungsi sebagai pancing garong yang berguna untuk memberikan kekuatan tambahan apabila dapat menancap juga di bagian luar badan ikan.

5. Pelampung
Gunakan pelampung untuk mancing belanak, seperti halnya memancing ikan mas di kolam. Sesuaikan Tinggi-rendahnya pelampung dengan kedalaman bom.

6. Lokasi
Cari lokasi di aliran sungai dekat muara yang alirannya tidak deras. Untuk itu perlu diperhatikan kondisi pasang surut air laut. Lokasi ketika pasang mungkin berbeda dengan ketika surut. Tanda bom sudah dikerubuti belanak gampang sekali. Kalau kayu pengangkat bom bergetar atau kenur gede malahan sudah berputar, nah itu tandanya belanak sudah mulai makan bom.. tapi belum mabuk kepayang. Tunggu beberapa saat dulu, kalau sudah yakin betul itu kayu sudah bergetar secara kontinyu baru kita celupkan kail dengan umpan lumut yang telah diberi berpelampung itu. Sekarang tinggal menghitung saja 1 sampai 10 detik pasti pelampung ikut naik turun juga. Akan tetapi pelampung larinya tidak seperti kalau di kolam ikan mas. Kalau pelampung agak turun sedikit, langsung sentak saja. Di sini Cuma ada kemungkinan, lepas atau dapat ikan belanak. Kalau lepas ya coba lagi.. begitu terus.. santai aja dan jangan tergesa-gesa. Belanak kalau sudah makan dan mabuk kepayang pasti juga larinya kesitu-situ lagi. Asal jangan pakai teriak-teriak dan loncat-loncat saja.
Kalau beruntung dalam beberapa jam saja anda bisa mendapatkan puluhan ekor ikan belanak. Seorang pakar mancing belanak asal Kebumen yang bernama Budi belum lama ini bahkan berhasil mengangkat 70 ekor belanak dalam waktu kurang dari 2 jam saja. Menggiurkan bukan?..
Tips & Trick memancing Belanak
By : Adi Wisaksono a.k.a Soni Hampala


“Mancing belanak? Bagaimana caranya?” Pertanyaan ini wajar dikemukakan beberapa pemancing, karena selama ini ikan ini terkenal sulit dipancing. Paling-paling seekor dua ekor saja yang berhasil terpancing, itu pun sangat jarang terjadi. Kadang dengan umpan udang kupas memang ada saja belanak yang tertangkap. Tetapi seringkali ikan ini tidak secara khusus ditargetkan untuk dipancing. Pemancing, khususnya yang hobi mancing dipinggir laut, lebih familiar dengan sasaran pancingan berupa ikan-ikan kerapu, sembilang, baronang atau kakap batu. Tetapi mancing belanak?
Ternyata ikan belanak bisa menjadi target pemancingan yang sangat menarik dan memuaskan. Selain membuat ketagihan karena tarikannya yang mengejutkan, hasil yang banyak juga bisa diharapkan kalau memancing ikan ini. Tetapi untuk mengailnya tentu ada teknik khusus yang harus dipelajari. Selama ini, teknik ini telah dikembangkan oleh pemancing-pemancing dari Jawa Tengah, khususnya daerah Yogyakarta, Kebumen, Magelang dan sekitarnya.
Memancing belanak secara khusus biasanya tidak dilakukan di laut, tetapi di sungai dekat muara. Pemancing juga tidak perlu bolak-balik ke sana-kemari mencari lokasi yang tepat untuk dipancingi, karena ikan bisa dipanggil mendekat. Dengan chumming atau kalau istilah pemancing di sini disebut ‘bom’, ikan belanak bisa diajak berkerumun di depan mata kita.
Jika anda adalah pemula dalam memancing belanak, ada baiknya memperhatikan beberapa tips berikut ini.


1. Membuat ‘bom’
Dasar yang paling penting dari memancing ikan ini adalah ikan belanak bisa ditarik perhatiannya untuk mendekat dan bergerombol di depan kita. Untuk melakukannya, pertama, buatlah ‘bom’ untuk chumming agar ikan tertarik mendekat dan menjadi rakus. Bom ini dibuat dari tepung terigu 1kg dicampur air panas 2 gelas dan tembahkan bubuk vanili, gula dan mentega 1 sendok makan. Semua bahan itu lalu diaduk hingga pulen. Setelah pulen lalu ambil timah seberat kurang lebih 1 ons yang terdiri dari 3 atau 4 biji timah. Talikan kumpulan timah itu di kenur yang besar. Adonan tepung itu lalu dilekatkan ke kumpulan timah hingga seperti menyatu dan keras berbentuk bulatan (bola) sebesar kepalan orang dewasa. Berikutnya, adonan yang sudah diberi timah di dalamnya itu lalu ditanak (dikukus) seperti roti.
Nah, bom sekarang sudah jadi. Kenur besar beserta bomnya lalu diikatkan ke kayu atau joran gede buat menggantungkannya ke air. Ingat, tiap pemancing satu bom. Jadi bawa aja adonan itu barang beberapa kilo, soalnya kalau belanak lagi gila, tahu-tahu bomnya sudah hilang tinggal timah-nya saja.

2. Meletakkan bom
Bom yang sudah digantung lalu diturunkan ke dalam air sungai antara 0,75 sampai 1 m tergantung tingkat kejernihan air. Semakin jernih, semakin dalam bomnya diturunkan.

3. Umpan
Umpan paling ampuh adalah lumut. Berbeda dengan cara kita mengundang ikan, umpan yang dipergunakan untuk memancing belanak adalah berupa lumut. Lumutnya cari saja di sembarang selokan atau sawah, tetapi kalau bisa yang warnanya hijau segar, jangan yang terlalu tua karena gampang busuk. Belanak tidak suka lumut atau makanan busuk. Kalau mencarinya sore dan akan dipakai besok paginya, supaya awet berilah garam secukupnya.

4. Rangkaian Pancing
Pergunakanlah kenur multifilament braided untuk membuat rangkaian, meskipun penggunaan kenur biasa (monofilament) juga tidak diharamkan. Sifat kenur braided yang lemas sangat membantu ikan gampang menelan umpan. Kenur dipotong 10 cm (kalo bisa yang diameternya paling kecil) terus dipasang pancing kecil yang super tajam 2 atau 3 buah langsung ke kenurnya, jangan pakai cabang kumis-kumisanan segala. Kalau bisa memasangnya serapat mungkin alias jangan terlalu jauh jarak satu kail dengan yang lainnya. Biasanya memang satu kail yang akan tertelan dimulut ikan belanak, sedangkan kail ke-2 dan 3 selain berguna buat membantu manyangkutkan lumut supaya tidak gampang terlepas, juga berfungsi sebagai pancing garong yang berguna untuk memberikan kekuatan tambahan apabila dapat menancap juga di bagian luar badan ikan.

5. Pelampung
Gunakan pelampung untuk mancing belanak, seperti halnya memancing ikan mas di kolam. Sesuaikan Tinggi-rendahnya pelampung dengan kedalaman bom.

6. Lokasi
Cari lokasi di aliran sungai dekat muara yang alirannya tidak deras. Untuk itu perlu diperhatikan kondisi pasang surut air laut. Lokasi ketika pasang mungkin berbeda dengan ketika surut. Tanda bom sudah dikerubuti belanak gampang sekali. Kalau kayu pengangkat bom bergetar atau kenur gede malahan sudah berputar, nah itu tandanya belanak sudah mulai makan bom.. tapi belum mabuk kepayang. Tunggu beberapa saat dulu, kalau sudah yakin betul itu kayu sudah bergetar secara kontinyu baru kita celupkan kail dengan umpan lumut yang telah diberi berpelampung itu. Sekarang tinggal menghitung saja 1 sampai 10 detik pasti pelampung ikut naik turun juga. Akan tetapi pelampung larinya tidak seperti kalau di kolam ikan mas. Kalau pelampung agak turun sedikit, langsung sentak saja. Di sini Cuma ada kemungkinan, lepas atau dapat ikan belanak. Kalau lepas ya coba lagi.. begitu terus.. santai aja dan jangan tergesa-gesa. Belanak kalau sudah makan dan mabuk kepayang pasti juga larinya kesitu-situ lagi. Asal jangan pakai teriak-teriak dan loncat-loncat saja.
Kalau beruntung dalam beberapa jam saja anda bisa mendapatkan puluhan ekor ikan belanak. Seorang pakar mancing belanak asal Kebumen yang bernama Budi belum lama ini bahkan berhasil mengangkat 70 ekor belanak dalam waktu kurang dari 2 jam saja. Menggiurkan bukan?..